Wednesday, August 1, 2007

" ..... Mencintaimu ..... "



Mencintaimu adalah mencintai kesepianku
Dalam kesendirianku aku memilikimu

Titik embun berkilau
Kepada jendela kaca
Pagi berpeluk dingin
Masih lelapkah engkau kekasihku
Ketika semalam aku mencumbuimu
Sebagai kerlip-kerlip bintang malam hari

Mencintamu seperti cinta sang air kepada biru samudra
Mencintamu seperti cinta sang tanah kepada hijau pohon
Mencintalah seperti alam raya
Selapang udara yang kau hirup
Dan sebersih percik mata air

" kenangan "




merenung ku dibatas malam..
diujung lamunanku..menyisakan sejuta hasrat..
hanya cinta yg tak pernah pudar..
Walau waktu berputar menggilas
namun bayanganmu selalu menari bersama hembusan angin..

" Syair Cinta "

   
Lembut sayap-sayap kelam telah
Menyelubungi senyap lengkung bumi
Teduh rimbun malam pun luruh
Menudungi ubun hari yang lelah
 
Deras doa dalam darah
Mendebarkan kembali kisah lama
Dengung lebah belantara dalam cahaya
Disebarkan angin dingin membasah
 
Lalu kualirkan seribu daun perahu
Dari hulu hati ke arah hilir
Menuju pelukan cintaku yang dahulu
Kuarungi mereka dengan kemurungan
 
Yang sempurna, seakan kekal
Bertarung mengarung arus digariskan
Sabda angin dan tegar kukuh bak batu karang
Tegak menghadang garang dalam kegelapan
 
Selamatkanlah dedaun dalam gerimis
Dari dadaku itu; masih kusebut namamu
Meski sahutmu sungguh lembut mendesir
Lebih sendu dalam rahasiaku
 
Selamatkanlah pula kenangan yang lalu
Berkeping di tepi ingatan ini 
Sebelum menghambur debu, tinggal gaung hampa
Berulang meraung samar di relung lupa
 
Sayang, sekarang geletar pijar fajar mewarna
Di ufuk, bintang memudar sinarnya menyisih
Ke lubuk galaksi jauh, namun di tangkai tanganku
Tengah bermekaran: mawarmu

" ..... shadow ..... "

These day
The first day in august
I try to catch the shadow
the shadow that always haunted
Hanging over me all day long
But hiden behind the dark cloud

" ..... dark corner ..... "

Still here
In the dark corner
Remembering
The day when you walk away
never look back at me
and leave me behind
In the dark corner

Still here
In the dark corner
Remembering
The moment that's we spend together
The moment that's we share
Through happiness and sorrow
Together ......
Forever

Still here
In the dark corner
when no one still a wake
I still here
In the dark corner
Waiting you look back at me
Hold my hand
Taking me away from dark corner

Monday, July 30, 2007

Adakalanya

Adakalanya aku tidak ingin menjadi siapa-siapa
Meskipun itu diriku sendiri
Adakalanya aku tidak ingin menjadi apapun juga
Walau menjadi diriku sendiriAku hanya ingin seperti hujan
Yang dapat menyejukan panasnya aspal jalanan
Aku ingin menjadi embun
Yang dapat membasahi dedaunan dari asap dan debu
Atau menjadi malam
Yang dapat menentramkan hati disaat gundah ........ siang tadi
Sunyi
Sepi
Sendiri
Walau tak sebatang kara

Saturday, July 28, 2007

" ..... ..... "

Aku letih Tuhan

Sayapku terluka..... patah ....dan berdarah

Begitu perih dan sakit

Tak sanggup ku terbang kembali

Karena sayapku telah patah

Aku letih Tuhan

Jika ku mengepak hanya dengan satu sayap

Tak sanggup ku terbang tinggi

Menggapai angan dan citaku

Hanya dengan satu sayap

Karena ku yakin sayap ini kan patah jua

Aku letih Tuhan

Bertarung dengan ganasnya dunia

Melawan berbagai cobaan yang datang

Walau ku tau itu sudah takdir hidupku

Berjuang dan akhirnya kalah

Sehingga sayapku terluka

Aku tak letih Tuhan

Jika harus ku bersujud dan memohon kepadamu

Rela kubersimpuh dihadapanmu

Memujamu dengan seluruh raga

Karena hanya dirimu yang ku punya

Tempatku memohon dan berlindung

Dari semua cobaan dan ganasnya dunia

Walau kedua sayapku telah patah

" ..... happy ending story ..... "

Diatas menara putih yang tinggi

Sang putri menanti pujaan hati

Pangeran berjubah besi

Menunggangi kuda putih menembus pelangi

Untuk membawa sang putri pergi

Melarikan diri

Satu kisah telah selesai di baca

Kisah yang terlalu sempurna

Walau bercucuran air mata

Namun berakhir dengaa bahagia

And at the ends ... the prince kiss the princess

" ...... Night ..... "

These night ....
When the air breeze so cool
And the fullmonth ... shine so brightely
I can’t close my eyes ...
Even I felt too sleepy .... too tired
Still remamberance
All the memory
Hanging over and spinning around in my head

That’s memory
Dazzling moment ..
Once in a life time
The memory I wouldn’t forget
But must be forget
Or it will make me hurts

The star in the sky
Ask me to dance
Ask me to sing
With their sparkling light
Tell me the story all night long
For a moment i forget the memory

One day
Wise man can say
Love will find their way
But for me
Love such a mistery ..... then become a mistery
Like a blank paper
Which writte with a words .... then a sentences
A memory that’s you wouldn’t forget
Ever After

These night ....
When the air breeze so cool
And the fullmonth ... shine so brightely
I can’t close my eyes ...
Even I felt too sleepy .... too tired
Still remamberance
All the memory
Hanging over and spinning around in my head

" Cerita Dunia "

Dunia ini tua.... rapuh ...dan ternoda
Detak jam tak selalu berirama
Hanya dentingan bising yang memekakan telinga
Menemani perjalanan hidup ini
Naik ... turun .... seperti anak tangga
Namun tak sampai di ujung
Karena usia yang tak lagi muda

Anak nelayan berkejaran di sepanjang pantai
Bertelanjang kaki ..... bergemericik pasir dan ombak
Tak peduli matahari yang menyengat membakar kulit
Lukiskan warna hitam kelam
Songsong hasil tangkapan hari ini

Mata tak bisa melihat
Bukan karena buta
Mulut tak bisa berbicara
Bukan karena bisu
Telinga tidak dapat mendengar
Bukan karena tuli
Hati tak dapat meraba
Bukan karena tidak peka

Satu titik
Satu koma
Semua bersandiwara
Semua berdusta
Adakah yang lebih berharga
Jika semua telah ternoda

Saturday, July 14, 2007

" Angel ask me 2 dance "

Angel ask me to dance
follow the rhytme of music
Step .... by step
Under the moonlight

Suddenly the music stop
Angel close to me suddenly
Ask me to close my eyes
Hold my hand tenderly
Whispering one words to my ears
Or maybe a sentences
" I fall in love with you "

Wow
Dazzling
Such a precious moment
My heart beat faster than before
Can I
Should I
My angel fall in love with me
How come
World suddenly stop for a moment
Waiting for me to give the answer

" That's love "

Love
Such a mistery words
Such a misery moment
Just feel that
Just enjoy that
Can be heaven
Can be hell
Suddenly
It is blurr for me
No harm
No Excuse
But that's love

"..... Thar's feeling ..... "

At the moment
That's feeling hurt me ....
Or maybe almost kill me
Slowly but sure

" Irama hati "

Ketika cinta terhalang asa
Goresan pena dalam kata curahan rasa
Guratan cahaya wajah kekasih tercinta
Menyibak galaunya hati yang berselimut duka

Teduhnya wajah kekasih
Membuat rasa tertaut cinta
Wahai cahayaku ...
wajarlah jika setiap pencari cinta merana
Tertambat hatinya oleh syahdu tatap matamu

Duhai cahayaku
Engkau hadir di setiap helai nafasku
Irama hati pelipur laraku
Lambang cinta sejati
Kekasih yang Abadi

Lebur aku kedalam pelukanmu
Kaulah lautan jiwaku
Bawalah aku terbang bersama keelokanmu
Temanilah selalu perjalananku
Agar lurus langkahku
Hingga sampai dipangkuanmu
Menikmati surgamu
Yang selalu kupinta dalam sujud panjangku kepadamu

Sunday, April 1, 2007

" Jenuh "

Jenuh
satu kalimat untuk tiap rutinitas yang kujalani
Selalu sama dari hari ke hari
rutinitas yang kadang ingin kuhindari
namun selalu kembali dan kujalani

Saturday, March 31, 2007

" Suatu hari di metro mini "

Ku ingat suatu hari
saat mentari tak lagi tinggi
di dalam metro mini
ku tangkap satu episode percakapan
antara pedagang asongan dan pengamen jalanan

Pengamen berkata
" Wah gw ga nyangka kl lo ma gw tuch tajir abizz "
Pedagang berkata
" Tajir ..... tajir dari mana ..... untuk makan aja susah ......
Apalagi kalau ada kamtib .... bisa gak makan dech "
Pengamen berkata
" makanya gw heran .... padahal kita tuch tajir banget .... uang kita banyak milyaran rupiah "
Pedagang berkata
" Ngawur ah ..... makanya jgn terlau banyak berkhayal
kalau misalnya kita berdua megang uang milyaran rupiah ..... kenapa sampai sore gini kita belum makan "
Pengamen berkata
" ya itu .... uangnya dah kita tabung untuk beli laptop anggota DPR yang jumlahnya 400 orang "
Pedagang Asongan
" Ooooo ..... ???? "

" Di pojokan sebuah mall "

Senja belum lagi kembali ke peraduan
Dan aku disini masih berdiri dipojokan sebuah mall
Mencoba berlindung dari derasnya hujan yang turun
Dan lalu lalangnya orang orang disekitarku

Ku coba alihkan pandangan kedalam mall
Sesaat kutangkap sosok yang begitu menarik perhatianku
Sosok pria yang begitu kukenal namun begitu asing sosok wanita disampingnya
Berlenggak lenggok dengan tangan sang pria bergayut mesra pada pinggang sang wanita
Saling pandang tak mau lepas laksana terpanah asmara
Tampa memperdulikan sekeliling mereka
Seolah dunia milik berdua

Senja telah kembali ke peraduan
yang tinggal hanya sinarnya yang bias dan tergantikan oleh sang malam yang dingin
Namun tidak dengan hatiku yang terbakar, panas
Bahkan sinar mentari pun tak mampu menandinginya

Ingin kuberlari dan melabrak dua sosok yang sedang kasmaran itu
Tak kupedulikan citra dan martabatku sebagai wanita
Biar menjadi sandiwara atau hiburan tambahan orang di dalam mall
Karena hatiku sedang terbakar

Belum lagi kumelangkahkan kaki ini
Hati nuraniku seolah berkata
Sandiwara itu ibarat dua sisi cermin yang melengkapi
Sisi yang satu sosok suamiku dengan wanita lain
Sisi yang lainnya sosok ku sendiri dengan pria lain

Hujan telah lama reda
Mentari telah lama kembali ke peraduan
Tergantikan oleh sang malam yang pekat
Masih ku disini
Di pojokan sebuah mall
Lunglai
Gamang

" Seandainnya hari itu aku tidak pergi "

Seandainya hari itu aku tidak pergi
Menemui dirimu yang bukan miliku lagi
Menulang memori yang telah lama mati
kembali larut dalam hubungan yang tiada arti

Betapa naif dan bodohnya diri ini
Mengapa tak kusadari kebodohan ini
Perasaan larut bersamamu tidak boleh ada
Bahkan tidak seharusnya ada

Kusesali nasibku ini
Mengapa ku harus menemuimu kembali
Mengulang memori yang sudah terkubur dan mati
Apa yang harus kuperbuat kini

Betapa malangnya nasibku
Atau mungkin " .... betapa malangnya nasibmu wahai suamiku "
Dia tidak tahu istrinya kembali bermain api
Api yang kau sangka telah mati
Api yang sudah dipadamkan oleh mu
Namun coba dikobarkan kembali olehku

" Sang Waktu "

Wahai sang waktu yang disana
Kasihilah hambamu ini yg sedang merana
Percapatlah perputaran waktumu
Karena ku sedang terluka dan patahati
Dan Biarkanlah sang waktu menyembuhkanku
Mencerahkan kembali hidupku yang kelabu

Wahai sang waktu yang disana
Masa bahagia pernah kurasa
Saat hadirnya sang pencinta
Yang memberikan warna dalam hidup hamba
Bunga dan kumbang turut tertawa bahagia
Seolah larut dalam kebahagiaan tak terhingga
Menyenandungkan elegi lagu cinta

Wahai sang waktu yang disana
Kujadikan kau saksi dalam perjalanan hidup ini
Suka, duka, lara, nestapa telah kulalui
Mencoba mencari kebahagiaan sejati
yang terbawa dalam lamunan sepi dan bunga mimpi
Penghias tidurku sehari hari

Wahai sang waktu yang disana
Kau bisa memberi bahagia
kau juga bisa membuatku merana
Dan akhirnya sang waktu yang disana
Kasihilah hambamu ini yang sedang merana
Terluka sengsara karena cinta
Maka kupinta padamu sang waktu
Percepatlah perputaran waktumu
Sembuhkanlah luka yang menganga ini
karena ku percaya
Kau bisa menyembuhkan
Menceriakan kembali hidupku yang kelabu

" April "

Hari ini
Hari pertama di bulan April
Tak banyak kupinta padamu wahai April
Yang kupinta hanya satu
Jadikanlah aku menjadi lebih baik dari bulan kemarin

Pengalaman berharga telah kudapatkan dari bulan lalu
Atau mungkin tahun tahun yang lalu
Pengalaman yang menyakitkan untuk semua orang
Namun belum kumengerti dan pahami pengalaman itu
Karena terus terulang dan kembali terulang

Hari ini
Hari pertama di bulan April
Tak banyak kupinta padamu wahai April
yang kupinta hanya satu
jadikan aku berharga untuk orang - orang disekelilingku

Begitu banyak luka dan kekecewaan ku torehkan di wajah mereka
Mereka hanya bisa diam tak bersuara
Seolah hendak membuatku jera tanpa tegur sapa
Menjadikan pengalaman berharga untukku
Namun belum ku mengerti dan pahami pengalaman itu
Karena terus terulang dan kembali terulang

Sunday, March 18, 2007

" Cintaku laksana perahu "

Terus kudayung perahuku
kayuh, dayung, jauh ..... jauh
Berharap menemukan daratan tempatku menepi
Menyandarkan perahuku
Namun hanya hamparan laut tak bertepi didepanku

Masih kudayung perahuku
Kayuh, dayung, jauh ....jauh
Walau letih, dahaga, lubang di kanan kiri perahuku
Tergerus ganasnya air laut
Masih belum kutemukan daratan tempatku menyadarkan perahuku

Masih ku kayuh perahuku
Kayuh, dayung, rusak, koyak
Namun tak kutemukan daratan tempat bersandar
Perlahan tenggelam perahuku
Sisakan puing kayu, usang, gapai, terapung, jauh ...jauh
Dan akhirnya tenggelam

" Cinta "

Irama dalam laguku tercipta untukmu
Syair dalam puisiku tercipta untukmu
Goresan dalam lukisanku tercipta untukmu
Lisan dalan tulisanku tercipta untukmu
Namun indahnya kasih dan sayangmu
Adakah tercipta untukku

Cinta bukan mimpi dan bunga tidur
Cinta bukan madu dan racun
Cinta bukan mentari senja
Cinta bukan setangkai mawar
Cinta bukan sebatang coklat manis
Cinta bukan I miss U
Cinta bukan I love you
Cinta bukan syair Kahlil Gibran
Cinta bukan harta dan tahta
Cinta bukan cumbu rayu buaian peraduan
Cinta tidak buta
Cinta adalah cinta

Tidak ada huruf
Tidak ada kata
Tidak ada kalimat
Bahkat seluruh kosakata
Tidak dapat menjelaskan " Cinta "

" Jatuh Cinta "

Teduhnya tatapan matamu
hangatnya sentuhan kasih sayangmu
Membuatku terbuai duhai kekasih
Laksana nelayan yang merindukan dermaga tempat bersandar
Melepaskan lelah dan rindu setelah mengail ikan di laut lepas
Adakah kau merasakannya duhai kekasih
Atau ku hanya merasa sendiri
karena ku sedang jatuh cinta

Sepertinya hatimu telah menjadi tempat tinggalku
Aku telah jatuh cinta
Semua telah menjadi suratan tersembunyi dalam nasibku
Aku telah jatuh cinta

" kau "

Rinduku padamu tak terbatas ruang dan waktu
Cintaku padamu tak beralaskan harta dan tahta
Sayangku padamu tulus dari dasar hatiku
Kasihku padamu suci secuci mata air gangga
namun jika itu semua kau anggap dusta
Belahlah dadaku ini
kan kau dengar tiap detak jantungku memanggil namamu
Tiap hembusan nafasku mengalun lagu cinta
Irama lembut nan syahdu

Namun jika kau masih meragukannya
Tikamlah aku dengan belatimu
Dan biarkan aku mati di pelukanmu duhai kekasihku
Karena langit telah menuliskan takdirku
Dan takdirku itu adalah " kau "

" Duh Jakartaku "

Jakartaku Angkuh
Jakartaku Gaduh
Jakartaku Lusuh
Jakartaku Kisruh
Duh Jakartaku

Tak lagi kurasakan teduhnya Jakartaku
Karena kaca kaca gedung nan angkuh telah menggeser sang pohon
Tak bisa ku mengagumi peninggalan nenek moyangku
Karena mal dan plaza telah berdiri dengan angkuh dan menyombongkan diri

Apa yang sedang kau cari Jakartaku
Adakah kau merasa bahwa kau tak lagi muda
Namun begitu banyak beban yang kau tanggung
Kau kini telah tua dan rapuh
Belum selesaikah pekerjaan rumahmu wahai Jakartaku

Tak hanya menjadi jantung negeriku namun kau impian dan pujaan bangsamu
Berpuluh, ratus, ribu, bahkan jutaan jiwa datang padamu
Mengadu nasib padamu wahai Jakartaku
Bisa kurasakan sesaknya nafasmu
Saat asap beribu kendaraan bermotor dan bau busuk sampah kau hirup
Aku tahu dinginnya sekujur tubuhmu
Saat hujan dan banjir melandamu
Dan tiap tetesan air mata yang kau kucurkan untuk teriakan lapar para gelandangan
Caci maki yang terucap bagi sang koruptor
namun apa dayamu Jakartaku
Duh Jakartaku

" Syair "

Lidahku kelu
tanganku kaku
Lisan tulisan tidak bermakna
Tintaku kering
Alasku sobek
Kertasku lusuh

Duh kasihan kau duhai penyairku
Tak bisa kau puja dan sanjung kekasih hatimu hari ini
Lewat untaian kalimat yang menjadikannya syair indah buaian peraduan
Syair yang selau dibacakan Laila kepada Majnun
Dongeng sebelum tidur Romeo kepada Juliet

Namun adakah syair itu hanya topeng belakang
Saat kasmaran kau ungkap syair bak pujangga kelas atas
Saat mendua kau berdusta menjadikan syair sebagai senjata
Namun bermata tajam seperti belati
Siap menghunus para kekasih dari belakang

" Kata Sang Adam "

Wahai insan yang mengaku Siti Hawa
Berat nian beban yang kau bawa hingga engkau menderita
Aku tak ingin membebanimu kekasihku dengan derita
Tapi engkaulah yang membuat peristiwa
Hingga akhirnya terjadi bencana
Kalau memang kebenaran yang kau pinta
Janganlah mengumbar janji belaka dan hanya sumpah yang hampa
Karena ku tak mau kaummu menjadi penghuni neraka
Yang kuinginkan hanyalah kepatuhan dan kesetiaanmu semata
Tidak mengumbar janji pada semua pria
Serta diiringi dengan taubatan nasuha dan cinta kepada Nya
Itulah yang akan membuat engkau dirindukan surga
Bukan terpanggang didalam api neraka

" Sumpah Hawa kepada Adam "

Sumpah Hawa kepada Adam
Wahai Adam kekasihku
Nafas kehidupanku
Irama Jantungku
Rangkaian tulang rusukku
Maafkan aku yang telah menjeratmu dalam cawan kenikmatan palsu
Yang Kudapat dari bujuk dan rayu setan
Yang menjauhkanmu dari Sang Pencipta dan Pecinta sejati
Melemparkanmu ke dunia yang fana dan menyesatkan

Dan jika sampai saatnya nanti
Demi menebus salahku padamu
Kurelakan jiwa raga ini hanya untukmu
Kan kutitiskan kisah ini pada anak cucu kita nanti
Hingga bumi tak lagi berputar
Dan waktu telah terhenti
Hingga menjadi pelajaran yang sejati

" Kalau Cinta "

Kalau cinta kenapa ada dusta
Kalau cinta kenapa ada duka
Bukankah dalam cinta tersimpan makna suci yg tidak boleh ternoda
Janganlah bicara cinta kalau dusta
Karena cinta bukanlah sekedar kata kata
Tapi butuh pengorbanan dan laku yang nyata

Lepaskan segala yang ada
Jika hanya menjadi dusta
Biarkan pergi bersama hembusan angin surga
Berbalur duka hati yang lara bertemankan nestapa

" Di ujung pelangi "

Di ujung pelangi
Ku menanti datangnya kekasih pujaan hati
Walau hanya dalam mimpi
Namun tetap ku nanti disini
Di ujung pelangi

Cintaku laksana bias hangat sinar mentari
Yang menyinari seisi bumi
Dapatkah kau rasakan sinarnya duhai kekasih
Jika nanti sinarku kan terganti oleh hujan yg menyirami
Percayalah cintaku kan slalu abadi
Karena masih dan selalu kutunggu kau di ujung pelangi

" Sayapku Patah "

Tiada kata tertulis, lisan tertuang
Hanya bahasa tubuh lukisan hati yang perih
Sayap cintaku luruh satu ke bumi
Tertusuk mata pedang beracun yang kau selipkan lewat puisi dan syair membius sukma
Tiap tetes darah dan air mata yang mengalir adalah ungkapan sakitku
Karena racunnya telah sampai ke jantung

Wahai kau pemilik pedang
Tidak akan kupuja kau dan kukagumi sebagai penyair
Jika ternyata kau melukaiku
Menikamku dari belakang dan mematahkan sayap cintaku
Tak bisa ku terbang tinggi kini
Karena sayapku tinggal sebelah
Terpekurku disini dengan satu sayap, lumpuh dan tak berarti
Sedang kau disana berpesta pora menebar cinta pada yang lain
Dan mata pedang beracun kembali kau selipkan dalam tiap puisi dan syairmu
Siap mencari mangsa yang beru

Hanya aku disini sendiri
Adakah sang waktu kan berbaik hati padaku
Tumbuhkan sayapku yang patah
Hingga dapatku terbang kembali
Mencari cinta sejati

Friday, February 23, 2007

" Namun "

Rinduku Padamu tak terbatas ruang dan waktu
Cintaku padamu tak beralaskan harta dan tahta
Sayangku padamu tulus dari dalam dasar hatiku
Namun
Jika semua itu kau anggap dusta belaka
Belahlah dadaku ini dan kan kau dengar tiap detak jantungku memanggil namamu
Irama lembut nan syahdu yg mengalun
Kan kau rasakan hangatnya kasihku ditiap hembusan nafasku bagai angin surgawi
Namun
Jika kau masih meragukannya
Tikamlah aku dengan belatimu dan biarkan aku mati dipelukanmu duhai kekasihku
Kau adalah bintang yang membuat jalan hidupku terang
Langit telah menuliskan takdirku dengan cahayannya
Dan takdir itu adalah engkau

Saturday, February 3, 2007

" Mencari cinta sejati "

Kutanya padamu wahai Matahari, Bulan dan Bintang
Dimanakah cinta sejati
Sekian lama kumencari
Lelahku menanti

Berharap padamu wahai mentari
Namun cahayamu terlalu terang dan silau
yang menjadikan cintaku buta

Berharap padamu sang rembulan
Namun cahayamu terlalu indah dan menggoda
yang menjadikanku terlena, terbuai janji - janji palsu

Hanya kepadamulah duhai bintang
Pengharapanku yang terakhir
Sinarmu tidak menyilaukan
Sinarmu tidak menggoda
Namun " ah "
Diri dan cahayamu terlalu tinggi untuk kuraih
Akankah penantian datangnya cinta sejati
Hanya berujung kehampaan dan sia-sia belaka

" Saat Cinta "

Saat cinta mengetuk pintu hatimu
Mengalir deras ditiap pembuluh darahmu
Bagai udara segar yang kau hirup dalam tiap tarikan dan hembusan nafasmu
Irama syahdu nan lembut di tiap denyut nadimu

Untuk cinta kau rela tidak melihat yang menjadikannya buta
Demi cinta banyak hati rela terluka
Karena cinta tidak memandang logika
Atas nama cinta kau jadikan dunia milik berdua
dan karena cinta banyak raga terlena lalu merana

" Ng "

Ketika kau datang
Dengan rindu sekeranjang
Berhiaskan pita kasih sayang
Sekuntum bunga cinta yg matang
janji " Till death do us part " dalam lisan tertuang
Walau cobaan silih berganti datang
Siang dan malam menghadang
Dengan kekuatan cinta kan kita terjang
Mahligai cinta pernikahan tetap lekang
kan kupeluk dirimu selamanya sayang

" Cerita sang karang "

Aku adalah karang ditengah lautan lepas
Terkikis perlahan laju sang ombak dan riak sang waktu
Hijau lumut menyelimuti
Tetap tegar berdiri ....sepi ....sendiri

Ditemani hembusan sang angin
Birunya langit
Dalamnya laut
Karam perahu nelayan
Tetap tegarku berdiri

Hingga saatnya nanti ku harus pergi
Kan kuceritakan padamu
Tentang ganasnya ombak kehidupan
Rindu manusia yang biru
Duniaku yang tak lagi hijau
Dalamnya lautan cinta dan pengorbanan
Hembusan angin kidungkan senandung rindu
Karam hati terluka cinta

" Manusia Dunia "

Dalam hampa lisanku berkata
Tentang dunia yang tak bermakna
yang ada bagaikan dusta dalam setiap kalam dan perbuatannya

Tapi itulah manusia dunia
Punya mata tapi buta
Punya hati tapi bagai tak berbudi
Berkata jujur tapi mendustai
Setiap hari bagai orang suci
Harta dan kekayaan menjadi tamengnya
kejujuran dan nurani hanya alas belaka

Lalu siapakah sebenarnya manusia
Utusan dan ciptaan sang pencipta
Atau musuh sang pemilik alam semesta

Padamu manusia dunia aku bertannya
Siapakah anda semua

" No Tittle '

Jika nanti waktuku kan tiba
Saat malaikat maut menjemputku
dan nyawa terlepas dari raga
Sudikah kau memaafkanku
Atas semua kesalahanku kepadamu
Maafkanlah aku suamiku
Maafkan karena tidak menjadi istri yang sempurna untukmu
Karena begitu banyak kesalahanku kepadamu duhai suamiku
Kebohongan - demi kebohongan telah kuhalalkan
Demi mencari kesenangan yg semu
Sudikah kau memaafkanku
Agar jalanku dilapangkan
Jika waktuku menghadap sang penciptakan tiba

Terima kasih suamiku .....
Kan kupinta pada sang pencipta
Semoga kau menjadi suamiku dunia dan akhirat

Tuesday, January 23, 2007

" Puisi Adam kepada Hawa "

Hawa kekasihku
Rinduku telah melelehkan salju
dan senyummu melelehkan kalbu

Pewarna anganku
Jangan pernah percaya engkau terbuat dari tulang
rusukku
karena itu adalah mimpi kaumku
untuk selalu mendominasi hidupmu

Penggoda jiwaku
Jangan percaya begitu saja pada budaya dan agama
jika penindasan justru datang dari sana
Kebebasanmu adalah juga kebahagiaanku
karena aku tahu kau bisa bertanggung jawab atas
kebebasan itu

Jika bumi masih diijinkan berputar
dan jika matahari belum kehabisan bahan bakar
aku akan selalu berdampingan denganmu
seperti tangan kanan dan tangan kiri
satu ke depan, satu ke belakang
satu ke belakang, satu ke depan

Bangkitlah kekasihku
ulurkan tanganmu tuk mereka yang masih terbelenggu
oleh poligami, sirkumsisi, seksisme, maskulinisme
oleh tamparan, siulan, nakalnya pandangan, pingitan

Teriaklah pujaanku
lawanlah mereka yang membelenggumu
karena siapapun luruh oleh lembutnya suaramu
Fisik dan psikis kita berbeda
tapi itu bukan alasan untuk membeda2kan hak2 kita

Bersinarlah wahai bidadariku
Masa Patriarki harus diakhiri
Matriarki pun harus dicegah terjadi
Kita bersama bukan untuk saling menguasai
tetapi saling mengerti dan menyayangi

Perjalanan sejarah bukan "hisstory"
tetapi jangan pula "herstory"
lebih indah apabila "ourstory"

Monday, January 8, 2007

" Ya Allah Ya Rabbi "

Ya Allah Ya Rabbi

Dalam hening malam ini kupanjatkan doa kepadamu

Kubersimpuh dihadapanmu atas semua dosa – dosa hamba selama ini

Dikala hamba senang hamba khilaf dan melupakanmu

Terlena oleh kenikmatan dan buaian dunia yang fana

Terlalu jauh hamba telah meninggalkanmu hanya untuk mencari kesenangan sesaat dan menyesatkan

Kini hamba sadar

Bahwa hidup manusia didunia hanyalah sementara bukan selamanya

Karena telah kau takdirkan jalan hidupku dan semua umat manusia

Masih disini ku bersimpuh ya Allah dalam doa khusyu kupanjatkan

Memohon ampunanmu atas dosa – dosaku selama ini

Bangunkan hamba dari tidurpanjang hamba

Jadikanlah hambamu ini penghuni surgamu yang indah

Jauhkanlah dari siksamu

walau kutahu hamba tak pantas untuk mendapatkannya

Ku kan terus bersimpuh dihadapanmu

Bahkan seluruh hidupku kuserahkan kepadamu hanya untukmu

Sampai kau mengampuni hambamu ini

Karena ku tahu kau Maha Pengampun akan dosa umatmu

Jangan …..jangan kau tinggalkan aku Ya Allah Ya Rabbi

" Anak Perawan "

Diannya yang telah padam, tinggalkan luka hati anak perawan

Anak perawan menagis terisak sendu …..redup

Mengapa tuanku ? ….. tanya perawan

Belum cukupkah air mata mengalir dari mata hamba saat kau cumbu rayu perawanku …… berdarah

Begitu nikmat penuh dosa yang menjadikannya nista

Menghunus tajam kesucian diri ini …..terluka dan berdarah ….. hina

Cukup tuanku …… untuk semua air mata dan luka yang kau beri

Cukup sudah ……

Jangan kau panggila aku perawanmu

Aku telah ternoda oleh cintamu yang palsu dan memabukan namun mematikan

Aku bukan perawanmu, pemuas nafsumu

Perawanmu telah pergi dan mati

Sunday, January 7, 2007

" Ungkapan hati "

Hari itu ketika aku bertemu dirimu
Kurasakan Sang Pecinta melimpahkan anugerah yang indah
Perasaan ini begitu indah syahdu
Merona merah pipi ini
Bulir bulir rinduku bagaimata air yang mengalir membasuh ragaku yang dahaga
Seandainya dapat kuhentikan sang waktu walau hanya sesaat
Kan kubisikan irama hatiku, nyayikan kidung cinta

" Duhai malam "

Duhai malam
Kutitip rindu dendamku untuknya
Jadikan mimpi sebagai perantarannya
Angin menjadi mediannya
Bintang sebagai cahayannya

" Yang Kupunya "

Rindu yang kupunya tak ingin kuberbagi
Sayang yang kupunya tak ingin ku mendua
Jujur yang kupunya tak ingin kuberdusta
Namun jika rindumu kaubagi
Sayang mu mendua
Tiap katamu adalah dusta
Niscaya jiwa ragaku kecewa ..... terluka ...... merana ...... dan sengsara

Saturday, January 6, 2007

" Dalam Gersang Tandus Hati "

Dalam gersang tandus hati ini
Masih ku sirami satu pohon cinta dihatiku
Walau perlahan - lahan daunnya gugur
Satu .... satu .... layu ..... kering
Batang, ranting dan akar hanya bisa terdiam dan bertannya
Tegakah wahai kau sang daun
Meninggalkan kami bertiga
Dalam gersang tandus hati

Masih ku sirami pohon cinta dihatiku
Walau ranting mulai kering dan terjatuh
Satu ...satu .... layu ..... kering
Batang dan akar hanya bisa terdiam dan bertannya
Tegakah wahai kau sang ranting
Meninggalkan kami berdua
Dalam gersang tandus hati

Masih kusirami pohon cinta dihatiku
Walau kulihat batang yang rapuh dan lapuk
Perlahan akan terpenggal dari hati
Akar hanya bisa terdiam dan bertannya
Tegakah wahai kau tuanku
Meninggalkan aku sendiri ....sepi ..... sepi ....sendiri
Semaki gersang dan tandus
Dalam gersang tandus hati

Haruskah ku terus sirami pohon cintaku
Jika daun, akar dan batang pergi dan mati
meninggalkan akar sendiri .... di gersang hati
Akar hanya terdiam
Perlahan tiupan dan setetes rindu yang tersisa
Mampu menumbuhkan tiap helai daun rindu dan ranting - ranting kesetiaan
kembali bersemi menjadi satu pohon cinta
Masih dan akan terus kusirami pohon cintaku
Dalam gersang tandus hati

Monday, January 1, 2007

" Tuhan "

Tuhan
Mengapa di tengah keramain ini aku merasa sepi dan sendiri
Hirup pikuk dan kebisingan di sekitarku
Tidak bisa menghapuskan gundah gulana dan sepi hati ini
Begitu sepi ..... sepi .....dan sedih

Tuhan
Perjalanan kehidupan ini begitu berliku dan penuh onak duri
Namun hamba tetap tegar menjalani dan menghadapinnya
Karena hambamu yakin kau sayang padaku
Dan akan kau bentangkan di depan sana jalan yang lurus dan penuh kebahagiaan
Jalan yang akan membawa hamba padamu ......

Tuhan
Jika boleh aku memohon sampai saatnya itu tiba
Kuatkanlah Iman ini ......
Karena hanya kepadamulah aku meminta dan memohon
Tidak kepada manusia dan alam
Tidak juga kepada bintang, bulan dan matahari
Karena hambamu ini adalah kepunyaanmu
Walau hamba tahu hidup hamba ini penuh dosa
Maka ampunilah hamba dan berikanlah hamba petunjuk dan jalan terangmu
Hingga saatnya nanti tiba