Lembut sayap-sayap kelam telah
Menyelubungi senyap lengkung bumi
Teduh rimbun malam pun luruh
Menudungi ubun hari yang lelah
Deras doa dalam darah
Mendebarkan kembali kisah lama
Dengung lebah belantara dalam cahaya
Disebarkan angin dingin membasah
Lalu kualirkan seribu daun perahu
Dari hulu hati ke arah hilir
Menuju pelukan cintaku yang dahulu
Kuarungi mereka dengan kemurungan
Yang sempurna, seakan kekal
Bertarung mengarung arus digariskan
Sabda angin dan tegar kukuh bak batu karang
Tegak menghadang garang dalam kegelapan
Selamatkanlah dedaun dalam gerimis
Dari dadaku itu; masih kusebut namamu
Meski sahutmu sungguh lembut mendesir
Lebih sendu dalam rahasiaku
Selamatkanlah pula kenangan yang lalu
Berkeping di tepi ingatan ini
Sebelum menghambur debu, tinggal gaung hampa
Berulang meraung samar di relung lupa
Sayang, sekarang geletar pijar fajar mewarna
Di ufuk, bintang memudar sinarnya menyisih
Ke lubuk galaksi jauh, namun di tangkai tanganku
Tengah bermekaran: mawarmu