Sunday, March 18, 2007

" Duh Jakartaku "

Jakartaku Angkuh
Jakartaku Gaduh
Jakartaku Lusuh
Jakartaku Kisruh
Duh Jakartaku

Tak lagi kurasakan teduhnya Jakartaku
Karena kaca kaca gedung nan angkuh telah menggeser sang pohon
Tak bisa ku mengagumi peninggalan nenek moyangku
Karena mal dan plaza telah berdiri dengan angkuh dan menyombongkan diri

Apa yang sedang kau cari Jakartaku
Adakah kau merasa bahwa kau tak lagi muda
Namun begitu banyak beban yang kau tanggung
Kau kini telah tua dan rapuh
Belum selesaikah pekerjaan rumahmu wahai Jakartaku

Tak hanya menjadi jantung negeriku namun kau impian dan pujaan bangsamu
Berpuluh, ratus, ribu, bahkan jutaan jiwa datang padamu
Mengadu nasib padamu wahai Jakartaku
Bisa kurasakan sesaknya nafasmu
Saat asap beribu kendaraan bermotor dan bau busuk sampah kau hirup
Aku tahu dinginnya sekujur tubuhmu
Saat hujan dan banjir melandamu
Dan tiap tetesan air mata yang kau kucurkan untuk teriakan lapar para gelandangan
Caci maki yang terucap bagi sang koruptor
namun apa dayamu Jakartaku
Duh Jakartaku

No comments: