Thursday, December 28, 2006

Aku Terlalu "


Aku terlalu mencintaimu

Melebihi cinta ku padanya

Demi dirimu aku rela terluka

Menyuruhmu untuk memilihnya

Walau hati ini tak rela

Aku tak berdaya

Ku jadikan kau penghias mimpiku

Pelipur laraku yang indah

Namun saatku terjaga

Semuannya kembali semu dan fana

Yang tersisa hanyalah duka

" Menangis "

Malam ini aku kembali menangis

Karena ku teringat kepadamu

Begitu sedih dan menyesakan dada ini

Begitu berhargannya engkau untuk diriku

Untuk setiap kenangan yg ada

Untuk semua bahagia yang telah kau berikan

Semua rasa sayangmu kepadaku

Membuatku kembali menangis

Menangis dan terus menangis

Sanggupkah ku jalani hari- hariku

Tanpa ada dirimu disisiku

Sedangkan kau tak mungkin ku miliki

Namun ku tak rela jika harus kehilanganmu

Karena ku telah terbiasa

Dengan hadirmu, kasihmu, sayangmu

Yang harus kulepas

Begitu berat dan menyiksa

Menangis ….kembali ku menangis

" Jika kau bertanya "


Jika kau bertannya Relakah aku

Jawabnya aku tidak rela

Untuk setiap keindahan kasih dan sayangmu

Ku tak rela membaginya dengan orang lain

Jika kau bertannya Sanggupkah aku

Jawabnya aku tidak sanggup

Jika karenanya kau mengabaikan dan tidak memperdulikanku

Ku tak sanggup jika kau berpaling kepadannya

Jika kau bertannya Sudikah aku

Jawabnya aku tidak sudi

Untuk setiap kebohongan yang kau ceritakan kepadaku

Ku tak sudi jika kau berbohong atas pembenaran tidak setiamu

Jika kau bertannya Apa mau ku

Kan ku jawab dengan lantang

Aku mau semua keindahan kasih dan sayangmu hanya untukku

Aku mau kau peduli dan tidak berpaling dariku

Aku mau kau setia padaku …. Hanya untuku

" Pergi "


Saat kau ungkap kejujuran

Bahwa kau telah berdua

Ruang hatiku terluka

Sakit ….perih ….

Kenapa …. Mengapa

Saat awal kita jumpa

Kenapa kamu tidak jujur padaku

Padahal aku telah jujur padamu

Semua tentang diriku ….. apa adannya

Dan mengapa …..

Setelah semua itu telah tumbuh menjadi satu rasa

Rasa yang begitu indah dan syahdu

Kau ungkapkan semuannya

Tahukah kamu

Betapa sakit dan hancurnya aku

Karena ku telah berharap ….. sangat berharap

Dan kau hancurkan semuannya

Pergi

Pergilah jauh dariku

Jangan pernah datang lagi

Pilihlah dia

Jangan aku …. Bukan aku

Aku tidak pernah memintamu utk memilih

Dan aku tidak minta untuk dipilih

Hiduplah kau dengannya

Jangan pernah datang lagi

Jangan pernah ganggu hidupku lagi

Seperti kau yang selalu mengganggu hidupku

Dengan kasih dan sayangmu

Walau kau tahu aku juga telah berdua ….

Pergi ….pergilah

Biar kujalani hari-hariku

Walau sakit dan sepi

Namun harus kujalani

Sayapku Patah

Satu sayapku patah dan luruh ke bumi

Rindu redam yg membebani

Membuatnya tak kuat lagi utk bertahan

Haruskah ku rekat kembali sayap itu

Atau membiarkannya menjadi hancur & hilang

Haruskah kubertahan dengan satu sayap rindu yang tersisa

Ku takut sayap itu kan patah jua

Telah ku pahami semua isi dunia

Suka, duka, bahagia, cinta, lara, sengsara

Ku pahami semua itu dengan sayapku

Terbang, melayang, melihat, merasakan

Kulihat keagungan dan kemurnian cinta

Kulihat jua racun dan derita cinta

Sesaat kuhentikan terbangku

Yang manakah menjadi tujuan hidupku

Kucoba keagungan dan kemurnian cinta

Namun terlalu jauh dan jauh untuk ku rengkuh

Karena yang kurasakan hanya racun dan derita cinta

Melukai sayapku dengan cinta dan rindu yg terpendam

Sakit …… luka ……dan menderita

Satu sayapku telah patah

Tinggal satu sayap yang tersisa

Bisakah ku bertahan

Mencoba bertahan

Kembali terbang, melayang, melihat dan merasakan

Hanya dengan satu sayap ….

Namun kutakut menjawabnya

Karena ku takut sayap kan patah jua