Diannya yang telah padam, tinggalkan luka hati anak perawan
Anak perawan menagis terisak sendu …..redup
Mengapa tuanku ? ….. tanya perawan
Belum cukupkah air mata mengalir dari mata hamba saat kau cumbu rayu perawanku …… berdarah
Begitu nikmat penuh dosa yang menjadikannya nista
Menghunus tajam kesucian diri ini …..terluka dan berdarah ….. hina
Cukup tuanku …… untuk semua air mata dan luka yang kau beri
Cukup sudah ……
Jangan kau panggila aku perawanmu
Aku telah ternoda oleh cintamu yang palsu dan memabukan namun mematikan
Aku bukan perawanmu, pemuas nafsumu
Perawanmu telah pergi dan mati

No comments:
Post a Comment