Sunday, March 18, 2007

" Syair "

Lidahku kelu
tanganku kaku
Lisan tulisan tidak bermakna
Tintaku kering
Alasku sobek
Kertasku lusuh

Duh kasihan kau duhai penyairku
Tak bisa kau puja dan sanjung kekasih hatimu hari ini
Lewat untaian kalimat yang menjadikannya syair indah buaian peraduan
Syair yang selau dibacakan Laila kepada Majnun
Dongeng sebelum tidur Romeo kepada Juliet

Namun adakah syair itu hanya topeng belakang
Saat kasmaran kau ungkap syair bak pujangga kelas atas
Saat mendua kau berdusta menjadikan syair sebagai senjata
Namun bermata tajam seperti belati
Siap menghunus para kekasih dari belakang

No comments: