Senja belum lagi kembali ke peraduan
Dan aku disini masih berdiri dipojokan sebuah mall
Mencoba berlindung dari derasnya hujan yang turun
Dan lalu lalangnya orang orang disekitarku
Ku coba alihkan pandangan kedalam mall
Sesaat kutangkap sosok yang begitu menarik perhatianku
Sosok pria yang begitu kukenal namun begitu asing sosok wanita disampingnya
Berlenggak lenggok dengan tangan sang pria bergayut mesra pada pinggang sang wanita
Saling pandang tak mau lepas laksana terpanah asmara
Tampa memperdulikan sekeliling mereka
Seolah dunia milik berdua
Senja telah kembali ke peraduan
yang tinggal hanya sinarnya yang bias dan tergantikan oleh sang malam yang dingin
Namun tidak dengan hatiku yang terbakar, panas
Bahkan sinar mentari pun tak mampu menandinginya
Ingin kuberlari dan melabrak dua sosok yang sedang kasmaran itu
Tak kupedulikan citra dan martabatku sebagai wanita
Biar menjadi sandiwara atau hiburan tambahan orang di dalam mall
Karena hatiku sedang terbakar
Belum lagi kumelangkahkan kaki ini
Hati nuraniku seolah berkata
Sandiwara itu ibarat dua sisi cermin yang melengkapi
Sisi yang satu sosok suamiku dengan wanita lain
Sisi yang lainnya sosok ku sendiri dengan pria lain
Hujan telah lama reda
Mentari telah lama kembali ke peraduan
Tergantikan oleh sang malam yang pekat
Masih ku disini
Di pojokan sebuah mall
Lunglai
Gamang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment